RENUNGAN PEMUDA
" PELUKAN-NYA DI TENGAH LELAHKU "
Mazmur 86:1-10
… dan berlimpah kasih setia bagi semua orang yang berseru kepada-Mu.
(Mazmur 86:5b)
Ketika seorang anak kecil terbangun di tengah malam karena mimpi buruk, ia akan berlari ke kamar ibunya. Ia akan menangis dan berkata, “Ibu, aku takut.” Sang ibu tak butuh penjelasan panjang. Ia juga tidak mengeluarkan banyak kata. Sang ibu akan langsung memeluk anaknya, menenangkannya, dan memberikan rasa aman. Pelukan itu akan memberikan ketenangan karena membuat si anak yakin bahwa semua akan baik-baik saja.
Mazmur 86 ini berisi doa Daud kepada TUHAN. Ketika Daud merasa tidak berdaya, ia tidak berpura-pura kuat. Ia justru berseru kepada TUHAN sebagai sumber kekuatannya. Ia datang bukan sebagai sosok pahlawan, melainkan sebagai pribadi yang rapuh dan sangat membutuhkan belas kasihan. Padahal, kita tahu bahwa Daud adalah tokoh besar: raja, pahlawan, dan orang yang punya relasi dekat dengan TUHAN. Namun, ketika ia menghadapi tekanan hidup, ia tahu ke mana harus datang. Ia tahu ketika merasa lemah dan takut, TUHAN akan hadir untuk memeluk dan menenangkannya.
Dalam kehidupan ini, kita sering dituntut untuk tahan banting, bermental baja, dan selau kuat. Di media sosial, semua orang berlomba menampilkan versi terbaik diri mereka. Namun, di hadapan Tuhan, kita tidak perlu berpura-pura kuat dan baik-baik saja. Tuhan tidak melihat performa kita, melainkan melihat hati yang jujur. Ia rindu kita datang meskipun sedang lemah, lelah, takut, atau menderita. Seperti anak kecil yang datang ke pelukan ibunya, demikianlah Tuhan membuka pelukan-Nya bagi orang-orang yang berseru kepada-Nya.
1. Bagaimana doa Daud mencermikan hubungan pribadinya dengan Tuhan?
2. Apa yang membuatmu enggan berdoa dan terbuka di hadapan Tuhan?
Refleksi: Tetap percaya akan kasih setia Tuhan dalam kelemahan.
Bahan: Youth for Christ, YKB Sinode GKI
KEGIATAN RUTIN PEMUDA
⚝ Informasi kegiatan Komisi Pemuda dapat diakses melalui media instagram @youthpasteur dan pada Warta Jemaat.

Nasihat untuk mencari hikmat (Amsal 4:1-27)
" Dengarkanlah, hai anak-anak, didikan seorang ayah, dan perhatikanlah supaya engkau beroleh pengertian. "