RENUNGAN HARIAN LANJUT USIA
" ANGKAT TANGAN "

Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak; Ia akan memunculkan kebenaranmu seperti terang, dan hakmu seperti siang.
(Mzm. 37:5-6)


Di medan perang, angkat tangan adalah tanda menyerah; di kelas itu adalah tanda bersedia atau menerima; sedangkan di tengah bahaya, angkat tangan berarti minta tolong karena tidak mampu. Dalam kitab Keluaran, ketika bangsa Israel berperang dengan orang Amalek, apabila Musa mengangkat tangannya, Israel lebih kuat, sedangkan apabila Musa menurunkan tangannya, Amalek lebih kuat. Angkat tangan di sini adalah ungkapan bahwa Musa menyerah kepada Allah dan mengandalkan pertolongan-Nya dalam menghadapi musuh.


Pemazmur mengajak kita menyerahkan pergumulan hidup kita kepada Tuhan seperti orang mengangkat tangan tanda menyerah dalam perang. Maksudnya supaya kita sungguh-sungguh dalam hati dan iman hanya menantikan pertolongan Tuhan. Yang ditekankan di sini adalah sikap hati, bukan sekadar gerak tubuh mengangkat tangan ketika berdoa. Mengenai ayat nas kita hari ini, seorang pengkhotbah pernah mengatakan bahwa ketika kita mengangkat tangan, maka Tuhan akan turun tangan. Ketika kita menghadapi pergumulan berat, ingatlah bahwa kita tidak harus menghadapinya sendirian. Tuhan siap menolong kita. Yang perlu kita lakukan hanyalah menyerahkan hidup kita kepada-Nya.


Doa

Terima kasih, Tuhan, Engkau dapat kami andalkan dalam segala hal. Karena itu berilah kami hati yang mau berserah kepada-Mu. Amin. 


Bahan: Jendela Hati, YKB Sinode GKI

KEGIATAN RUTIN KOMISI SENIOR (LANJUT USIA)

☐ Pimkris Bahasa Indonesia, tiap Senin minggu pertama, pk. 10.00-12.00

☐ Pimkris Bahasa Inggris, tiap Selasa minggu kedua, pk. 09.00-10.00

☐ Latihan Paduan Suara “Shalom”, tiap Selasa, pk. 10.30-11.30

☐ Latihan Kolintang “Shalom”, tiap Selasa, pk. 12.00-13.00

☐ Senam kebugaran, tiap Rabu, pk. 07.00-08.00

☐ PA Senior, tiap Jumat minggu kedua pk. 10.00-12.00

☐ Pertemuan Rutin Senior & Pemeriksaan tensi darah, tiap Sabtu minggu ketiga/keempat